Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan yang Dirasakan Oleh Manusia



Manusia adalah makluk ciptaan tuhan yang sempurna dari pada makluk lainnya, namun setiap manusia yang hidup di dunia pasti pernah merasakan penderitaa. Akan tetapi disamping itu Hidup tidaklah selalu bahagia tuhan memiliki caranya sendiri untuk mengukur sebarapa kuat iman kepadanya dan pasti dalam suatu cobaan yang dihadapi dengan tawakal dan sabar akan indah pada waktunya.
Di dunia ini manusia pasti pernah mengalami penderitaan karena Penderitaan adalah bagian dari kehidupan.Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu akan dirasakan penderitaannya itu pada orang lain. Akan tetapi terkadang saat manusia terlalu terbuai dengan kesenangan duniawi manusia akan melupakan batasan-batasan yang ada sehingga tuhan akan memberikan cobaan untuknya yang membuatnya menderita.
Penderitaan yang saya ketahui ada yang ringan dan berat. Contoh penderitaan yang ringan adalah misalnya ketika seseorang anak mengalami kegagalan dalam mencapai nilai yang dia inginkan. Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kecacatan karena kecelakaan hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai terkadang dia ingin mengakhiri hidupnya akan tetapi penderitaan ini jika kita menjalankan dengan sabar dan tawakal pasti allah akan memberikan sebuah keindahan pada waktunya.
Dalam setiap penderitaan yang dialami oleh manusia. Harus  memiliki mental dan mental itulah yang membuat bergeraknya perbuatan manusia. Kualitas seseorang akan semakin berkualitas apabila orang tersebut memiliki mental yang baik tetapi akan terjadi sebaliknya jika seseorang tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebut akan mengalami sebuah jalan hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat mengalami penderitaan yang berat. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.

Minggu, 03 Mei 2015

Manusia dan keindahan yang diciptakan oleh Tuhan



Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, dimana manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Di setiap jiwa manusia pastilah mempunyai naluri estetika dan manusia membutuhkan seni dan keindahan. Yang telah kita dilihat dijaman sekarang banyak hasil kesenian yang menggugah hati untuk menikmati hal tersebut sebagai sebuah keindahan yang telah diciptakan oleh manusia.
Keindahan, banyak orang yang tepukau dalam keindahan yang diciptakan oleh tuhan karena keindahan itu sendiri berasal dari kata indah yang artinya bagus, yang enak dipandang, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan dalam sebuah kecantikan  adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan untuk kesempurnaan. Sehingga disebutkan yang indah itu hanyalah yang baik, jika belum baik maka tidak indahlah sesuatu tersebut.
Manusia dan keindahan, pada dasarnya manusia itu sendiri adalah karya cipta Allah yang paling indah dan terencana. Bahkan kita diberikan akal untuk berfikir yang hanya Allah berikan kepada manusia. Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia yang selalu bersyukur. Yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah untuk kita.

Keindahan atau keelokan bukan hanya dari keindahan manusia itu sendiri tetapi bisa juga kita melihat keindahan pemandangan dari sifat pengunungan, pantai, hewan, suatu objek tempat yang indah, memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Konsep dari keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Manusia yang tidak meliki unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi.